Sabtu, 11 Mei 2019
Ramadhan Ketentraman Hati
Penulis: Riska
Hati tenang apabila kita senantiasa merasa cukup terhadap apa yang telah ada, dalam arti bahwa senantiasa mensyukuri segala nikmat yang diberikan Allah SWT kepada hambanya.
Dengan menaati perintahnya dan menjauhi larangannya, contohnya adalah tidak lalai dari perintah Allah SWT. Karena lalai adalah perbuatan yang dilarang olehnya.
Berikut defenisi lalai, secara istilah lalai berasal dari kata AL-GHAFLAH=lalai, lengah. Didalam Al-Quran Allah SWT berfirman: janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai (QS. Al A'raf: 205)
Di bulan Ramadhan ini marilah kita bersalama-sama berbenah diri, sehingga hati kita menjadi tentram.
Ramadhan 06
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
When was fasting Made obligatory? The command to fast had already existed before the time of Prophet Muhammad (peace be upon him). However,...
-
I think torelence is how to someone esteeming about something same like culture in area, I have followed dialog about Tolerence- thinking...
-
Fasting is the process of restraining oneself from all acts prohibited by Allah, both physically and spiritually. This act of self-restrain...
-
By: Riska Politic is an art and science of the way for getting the power of the people and position. Politic come from that Dutch Politi...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar