Dalam rangka mengapresiasi sebuah karya literasi mahasiswa UIN Alauddin Makassar, pihak kampus mengadakan sebuah festival Literasi, mulai 2-3 Mei 2019 yang dibingkai salami tema Anugrah Literasi,
kegiatan ini tentu sebuah momentum berharga bagi mereka penggiat literasi khususnya yang memperoleh anugrah tersebut.
Termasuk saya yang alhamdulillah nama saya terpilih untuk memporoleh anugrah literasi, tentu ini menjadi sebuah langkah baru, dimana semangat literasi mahasiswa kembali membara, dan semangat berkarya pun menggeliat.
Oleh karena itu marilah kita sama-sama berkarya untuk peradaban kampus uin Alauddin Makassar khususnya dan untuk kemajuan Indonesia yang lebih jaya umumnya.
Semua orang suka membaca, suka menulis namun yang masih kurang adalah cara mereka yang masih dalam tahap rendah ungkap Rektor UIN Alauddin Makassar Bapak Prof. Pababari dalam acara festival literasi tersebut.
Dan point yang paling berkesan dari acara tersebut adalah menulislah karena menulis adalah kebebasan dalam mengungkap segala rasa.
Menulisnya agar engkau abadi sepanjang zaman.
Penulis: Riskamylightpena
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
When was fasting Made obligatory? The command to fast had already existed before the time of Prophet Muhammad (peace be upon him). However,...
-
I think torelence is how to someone esteeming about something same like culture in area, I have followed dialog about Tolerence- thinking...
-
Fasting is the process of restraining oneself from all acts prohibited by Allah, both physically and spiritually. This act of self-restrain...
-
By: Riska Politic is an art and science of the way for getting the power of the people and position. Politic come from that Dutch Politi...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar